Posts Tagged ‘buah delima’

Bahasa Cinta

November 1st, 2013

Dapatkah kita merasakan kasihNya lewat
Hembusan angin menerpa wajah kita …
Saat bayang-bayang sinar rembulan jatuh
dari selah-selah pohon ..

 

Saat kicauan burung menyambut pagi ..
Menikmati tiupan angin yang membuat dedaunan bergoyang..
Melihat awan yang bergerak dan berubah-ubah bentuk …

 

Di tengah kesibukan dan ketergesaan kita sehari-hari
masihkah kita menyempatkan diri menikmati Tuhan
dan menangkap sesuatu yang Dia katakan
lewat semua ciptaanNya …
Dia ingin kita menikmati dan mengingatNya setiap waktu ..
Dari semua itu sebenarnya Dia sedang menyapa dan
‘menyampaikan pesan’ pada kita

 

Tuhan mau kita untuk  Observe anything
Observe :
- to watch for, wait for
- to discern
- to keep have charge of
- to keep guard, keep watch and ward
- to keep retain, treasure up (in memory)
- to take heed, take care, beware
- to keep, pay heed
- to keep oneself from
- notice

 

‘Observe’ bukan hanya FirmanNya (itu nomor satu)
Tetapi baiklah kita menilai zaman, iklim dan musim,
juga keadaan sekeliling dan menangkap ‘what’s going on’.
Atau memperhatikan hal-hal dari kejadian sehari-hari
yang seringkali terlewatkan begitu saja.

 

Tuhan memiliki cara penyampaian bahasa yang unik.
Tahun lalu saya berdoa untuk janjiNya di genapi.
Teman saya memberikan hadiah parfum ‘heiress’
yang dia sendiri tidak memperhatikan dan mengerti
artinya, heiress : ahli waris.
Wow amazing.. saya menangkap bahwa Tuhan sedang
berbicara dan menjawab doa saya, bahwa saya adalah
‘ahli waris’ dari janji2Nya.

 

Saat Tuhan sedang membawa saya dalam keintiman lebih lagi,
sahabat-sahabat saya pulang dari America mereka memberikan
sabun, body lotion, body splash, dari essence
‘buah delima’ ¬† pomegranate
Semua bukan suatu kebetulan tetapi Tuhan sedang berbicara.
Buah delima di dalam buah tersebut terdapat banyak ruang.
Yang berarti Dia mau saya tinggal di dalam ‘maligai-maligaiNya’
dalam keintiman cinta denganNya.
‘Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya’
‘The king has brought me into his chambers’
(Kid 1 :4)

 

Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan
melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup,
apakah sudah mekar bunganya,
apakah pohon-pohon delima sudah berbunga!
Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!
Kidung Agung 7:12

 

Itu hanya sebagian contoh dari bahasa cinta
dan gaya bicara Tuhan yang unik..
Marilah kita mendengar dengan
memperhatikan lebih lagi dari setiap kejadian, dari
berbagai hal yang kita alami dalam
keseharian yang sebenarnya penuh dengan
muatan pesan-pesan yang sedang Dia sampaikan …

 

Bahkan Dia selalu menyatakan kesetiaan cintaNya
… lewat hangatnya matahari pagi yang menyapa kita
dan tidak pernah terlambat bersinar …

Tags: , , ,
Posted in Intimacy | Comments (0)