Extravagant Devotion

November 22nd, 2012

Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli- buli pualam berisi minyak wangi. sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Lukas 7 :37-38

 

 Maria memecahkan buli-buli berarti dia memberikan seluruh  hidupnyabagi Tuhan. Hidup yang terpecah bukan yang erat-erat di pegang dan dimiliki oleh dirinya sendiri. Dan dengan minyak  yang sangat  mahal dicurahkan,  yang di nilai sebagai sesuatu yang dibuang-buang percuma. Saat memberikan hidup seluruhnya hanya bagi Tuhan maka kita akan rela dan mau mengorbankan apa saja untuk yang kita kasihi.

 

 Maria menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Rambut adalah lambang ‘consecration’ seperti seorang nazir yang tidak boleh memotong rambutnya. Berarti  kehidupan yang di khususkan dan di pisahkan hanya bagi Tuhan.

 

Saat kita mentaati perkataan Tuhan yang keliatannya tidak rasional seringkali kita di perhadapkan dengan berbagai pertanyaan oleh orang-orang di sekitar kita.  Dan saat kita mau lebih lagi dengan Tuhan dan berkata “Set me apart Lord and I want to step aside”. Orang akan menggangapnya terlalu berlebihan.

 

 Tapi marilah lebih dalam lagi dan sungguh-sungguh. Mengikuti tuntunanNya dan masuk ke ‘Supernatural living’ yang tidak dapat di cerna oleh akal pikiran manusia, maka kita akan melihat keajaiban dan mujizat-mujizatNya nyata dalam kehidupan kita. Berikanlah seluruh hidup bagi Dia sebagai bukti cinta dan penyembahan kepadaNya.

 

Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.  Kidung Agung 4:10


Posted in Intimacy | Comments (0)

Comments are closed.