Archive for the ‘Intimacy’ Category

Jangan Menyerah Terhadap Godaan

December 31st, 2013

Untuk masuk ke ‘New Level’ selalu ada ‘New devil’ Jangan menyerah untuk terus melawan segala gangguan yang mencoba menghalangi, lepaskan diri dari ikatan-ikatan yang merusak dan dari segala yang menahan.

 

Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu,
rubah-rubah yang kecil,
yang merusak kebun-kebun anggur,
kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!
Kidung Agung 2 : 15

 

Kebun anggur adalah tempat berseminya cinta
dengan mempelai pria kita yang akan menghasilkan buah.
Namun berhati-hatilah karena ada banyak hal yang
kelihatannya kecil tapi tanpa disadari itu akan merusak.

 

Merusak chabal חבל (bahasa Ibrani)
- to bind
- to take a pledge, lay to pledge
- to give a pledge, become pledged
- to destroy, spoil, deal corruptly, offend
- to be ruined
- to writhe, twist
Ada hal-hal yang mau mengikat, melilit, memuntir,
memutarbalikan, membelokan bahkan merusak dan
menghancurkan serta membuat kita melakukan
perjanjian dengan sesuatu yang di luar Tuhan.

 

Rubah-rubah yang kecil adalah gangguan-gangguan
lewat Keinginan-keinginan, hasrat, godaan bahkan dosa.
Semua ini mau mengalihkan fokus mata kita dalam
memandang Tuhan dengan cinta.

 

Kebaskanlah semua itu dengan kuasa Tuhan.
Kasih karuniaNya memampukan kita hidup
tanpa ikatan dengan dunia dan apapun, bahkan
berkemenangan oleh karena DarahNya yang telah
tercurah bagi kita.

Tags: , , , ,
Posted in Intimacy | Comments (0)

Bahasa Cinta

November 1st, 2013

Dapatkah kita merasakan kasihNya lewat
Hembusan angin menerpa wajah kita …
Saat bayang-bayang sinar rembulan jatuh
dari selah-selah pohon ..

 

Saat kicauan burung menyambut pagi ..
Menikmati tiupan angin yang membuat dedaunan bergoyang..
Melihat awan yang bergerak dan berubah-ubah bentuk …

 

Di tengah kesibukan dan ketergesaan kita sehari-hari
masihkah kita menyempatkan diri menikmati Tuhan
dan menangkap sesuatu yang Dia katakan
lewat semua ciptaanNya …
Dia ingin kita menikmati dan mengingatNya setiap waktu ..
Dari semua itu sebenarnya Dia sedang menyapa dan
‘menyampaikan pesan’ pada kita

 

Tuhan mau kita untuk  Observe anything
Observe :
- to watch for, wait for
- to discern
- to keep have charge of
- to keep guard, keep watch and ward
- to keep retain, treasure up (in memory)
- to take heed, take care, beware
- to keep, pay heed
- to keep oneself from
- notice

 

‘Observe’ bukan hanya FirmanNya (itu nomor satu)
Tetapi baiklah kita menilai zaman, iklim dan musim,
juga keadaan sekeliling dan menangkap ‘what’s going on’.
Atau memperhatikan hal-hal dari kejadian sehari-hari
yang seringkali terlewatkan begitu saja.

 

Tuhan memiliki cara penyampaian bahasa yang unik.
Tahun lalu saya berdoa untuk janjiNya di genapi.
Teman saya memberikan hadiah parfum ‘heiress’
yang dia sendiri tidak memperhatikan dan mengerti
artinya, heiress : ahli waris.
Wow amazing.. saya menangkap bahwa Tuhan sedang
berbicara dan menjawab doa saya, bahwa saya adalah
‘ahli waris’ dari janji2Nya.

 

Saat Tuhan sedang membawa saya dalam keintiman lebih lagi,
sahabat-sahabat saya pulang dari America mereka memberikan
sabun, body lotion, body splash, dari essence
‘buah delima’   pomegranate
Semua bukan suatu kebetulan tetapi Tuhan sedang berbicara.
Buah delima di dalam buah tersebut terdapat banyak ruang.
Yang berarti Dia mau saya tinggal di dalam ‘maligai-maligaiNya’
dalam keintiman cinta denganNya.
‘Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya’
‘The king has brought me into his chambers’
(Kid 1 :4)

 

Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan
melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup,
apakah sudah mekar bunganya,
apakah pohon-pohon delima sudah berbunga!
Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!
Kidung Agung 7:12

 

Itu hanya sebagian contoh dari bahasa cinta
dan gaya bicara Tuhan yang unik..
Marilah kita mendengar dengan
memperhatikan lebih lagi dari setiap kejadian, dari
berbagai hal yang kita alami dalam
keseharian yang sebenarnya penuh dengan
muatan pesan-pesan yang sedang Dia sampaikan …

 

Bahkan Dia selalu menyatakan kesetiaan cintaNya
… lewat hangatnya matahari pagi yang menyapa kita
dan tidak pernah terlambat bersinar …

Tags: , , ,
Posted in Intimacy | Comments (0)

Nyala Api Cinta

June 8th, 2013

Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu,
seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut,
kegairahan gigih seperti dunia orang mati,
nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Kidung Agung 8 : 6

 

Hari-hari ini api Tuhan sedang turun.

 

Sebagai mempelai sudah bukan saatnya kita memberikan
gairah kita untuk hobi, kesukaan dan hal-hal lain.
Tidak lagi terpikat dengan daya tarik dunia.
Tapi memberikan gairah yang utuh hanya untuk Dia.

 

Biarlah api yang turun membuat hati kita mempelai
wanitaNya terbakar untuk semakin bergairah lebih lagi.
Karena hanya Dia yang layak menerima cinta yang murni.

 

He is a Jealous God .. Jehovah Qanna’

 

Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan,
Allah yang cemburu.
Ulangan 4:24

“For the LORD your God is a consuming fire,
a jealous God.
Deuteronomy 4:24 (NKJV)

 

Apinya yang panas akan membakar, memurikan dan memisahkan
dari segala kekotoran agar kita siap menerima kemuliaanNya.

Tags: , ,
Posted in Intimacy | Comments (0)

Extravagant Devotion

November 22nd, 2012

Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli- buli pualam berisi minyak wangi. sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Lukas 7 :37-38

 

 Maria memecahkan buli-buli berarti dia memberikan seluruh  hidupnyabagi Tuhan. Hidup yang terpecah bukan yang erat-erat di pegang dan dimiliki oleh dirinya sendiri. Dan dengan minyak  yang sangat  mahal dicurahkan,  yang di nilai sebagai sesuatu yang dibuang-buang percuma. Saat memberikan hidup seluruhnya hanya bagi Tuhan maka kita akan rela dan mau mengorbankan apa saja untuk yang kita kasihi.

 

 Maria menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Rambut adalah lambang ‘consecration’ seperti seorang nazir yang tidak boleh memotong rambutnya. Berarti  kehidupan yang di khususkan dan di pisahkan hanya bagi Tuhan.

 

Saat kita mentaati perkataan Tuhan yang keliatannya tidak rasional seringkali kita di perhadapkan dengan berbagai pertanyaan oleh orang-orang di sekitar kita.  Dan saat kita mau lebih lagi dengan Tuhan dan berkata “Set me apart Lord and I want to step aside”. Orang akan menggangapnya terlalu berlebihan.

 

 Tapi marilah lebih dalam lagi dan sungguh-sungguh. Mengikuti tuntunanNya dan masuk ke ‘Supernatural living’ yang tidak dapat di cerna oleh akal pikiran manusia, maka kita akan melihat keajaiban dan mujizat-mujizatNya nyata dalam kehidupan kita. Berikanlah seluruh hidup bagi Dia sebagai bukti cinta dan penyembahan kepadaNya.

 

Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.  Kidung Agung 4:10


Posted in Intimacy | Comments (0)

Berdoalah Sebagai Mempelai Bukan Sebagai Janda

April 24th, 2011

Mungkin kita sudah terlalu tau banyak cara untuk berdoa. Tapi dalam doa saya bertanya pada Tuhan, “Lord teach me how to pray.”  Dan Tuhan katakan, “Berdoalah seperti mempelai bukan seperti seorang janda.”

 

Doa seorang janda di Lukas 18
Doa inipun baik karena doa dengan tidak jemu-jemu..
Tetapi ada suatu tingkatan lebih dalam lagi yang Dia rindu
kita lakukan sebagai mempelainNYA.

 

Kidung Agung 2:14
Merpatiku di celah-celah batu,
di persembunyian lereng-lereng gunung,
perlihatkanlah wajahmu,
perdengarkanlah suaramu!
Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!”

 

New King James Version
“O my dove, in the clefts of the rock,
In the secret [places] of the cliff,
Let me see your face, Let me hear your voice;
For your voice [is] sweet,
And your face [is] lovely.”

 

Betapa Dia menginginkan kita tinggal di
tempat persembunyianNya
di secret place .. tempat rahasiaNya ..
Di tempat rahasia inilah  . . .
Maka Dia akan terlebih rindu mendengar suara kita
lebih daripada yang kita bayangkan..
Dan mengingini melihat wajah kita lebih
dari yang kita sadari.

 

Berdoalah sebagai mempelai dengan dengan
kerinduan dan memberikan cinta yang bergairah
kepadaNya mempelai pria.
Dan bukan berdoa yang hanya terus
meminta-minta.

 

Tarik kami Tuhan ke mahligai-mahligaiMu
ke tempat rahasiaMu, menikmati cintaMu
yang lebih manis dari anggur.
Intim denganMu senantiasa..

Tags: , ,
Posted in Intimacy | Comments (0)